Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan
antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan,
budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas
suatu negara menjadi semakin sempit.
Globalisasi adalah suatu proses di mana antar
individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung,
terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.
Menurut asal katanya, kata
"globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal.
Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan
sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini
tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan,
kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung
dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses
sosial atau proses sejarah,
atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin
terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan
ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi
dan budaya masyarakat.
Teori globalisasi
Cochrane
dan Pain menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat
tiga posisi teoritis yang dapat dilihat, yaitu:
- Para globalis percaya bahwa globalisasi adalah
sebuah kenyataan yang memiliki konsekuensi nyata terhadap bagaimana orang
dan lembaga di seluruh dunia berjalan. Mereka percaya bahwa
negara-negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa
kebudayaan dan ekonomi global yang homogen. meskipun demikian, para
globalis tidak memiliki pendapat sama mengenai konsekuensi terhadap proses
tersebut.
·
Para globalis positif dan optimistis
menanggapi dengan baik perkembangan semacam itu dan menyatakan bahwa
globalisasi akan menghasilkan masyarakat dunia yang toleran dan bertanggung jawab.
·
Para globalis pesimis berpendapat
bahwa globalisasi adalah sebuah fenomena negatif karena hal tersebut sebenarnya
adalah bentuk penjajahan barat
(terutama Amerika
Serikat) yang memaksa sejumlah bentuk budaya dan konsumsi yang
homogen dan terlihat sebagai sesuatu yang benar dipermukaan. Beberapa dari
mereka kemudian membentuk kelompok untuk menentang globalisasi (antiglobalisasi).
- Para tradisionalis tidak percaya bahwa
globalisasi tengah terjadi. Mereka berpendapat bahwa fenomena ini adalah
sebuah mitos semata atau, jika memang ada, terlalu dibesar-besarkan.
Mereka merujuk bahwa kapitalisme telah menjadi sebuah fenomena internasional selama ratusan tahun. Apa yang
tengah kita alami saat ini hanyalah merupakan tahap lanjutan, atau evolusi, dari produksi dan perdagangan
kapital.
- Para transformasionalis berada di antara para
globalis dan tradisionalis. Mereka setuju bahwa pengaruh globalisasi telah
sangat dilebih-lebihkan oleh para globalis. Namun, mereka juga berpendapat
bahwa sangat bodoh jika kita menyangkal keberadaan konsep ini. Posisi
teoritis ini berpendapat bahwa globalisasi seharusnya dipahami sebagai
"seperangkat hubungan yang saling berkaitan dengan murni melalui
sebuah kekuatan, yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung".
Mereka menyatakan bahwa proses ini bisa dibalik, terutama ketika hal
tersebut negatif atau, setidaknya, dapat dikendalikan.
Sejarah globalisasi
·
Banyak
sejarawan yang menyebut globalisasi sebagai fenomena di abad ke-20 ini yang
dihubungkan dengan bangkitnya ekonomi internasional. Padahal interaksi dan
globalisasi dalam hubungan antar bangsa di dunia telah ada sejak berabad-abad
yang lalu. Bila ditelusuri, benih-benih globalisasi telah tumbuh ketika manusia
mulai mengenal perdagangan antar negeri sekitar tahun 1000 dan 1500 M. Saat
itu, para pedagang dari Tiongkok dan India mulai menelusuri negeri lain baik
melalui jalan darat (seperti misalnya jalur sutera) maupun jalan laut untuk
berdagang. Fenomena berkembangnya perusahaan McDonald di seluroh pelosok dunia
menunjukkan telah terjadinya globalisasi.
·
Fase
selanjutnya ditandai dengan dominasi perdagangan kaum muslim di Asia dan
Afrika. Kaum muslim membentuk jaringan perdagangan yang antara lain meliputi
Jepang, Tiongkok, Vietnam, Indonesia, Malaka, India, Persia, pantai Afrika
Timur, Laut Tengah, Venesia, dan Genoa. Di samping membentuk jaringan dagang,
kaum pedagang muslim juga menyebarkan nilai-nilai agamanya, nama-nama, abjad,
arsitek, nilai sosial dan budaya Arab ke warga dunia.
·
Fase
selanjutnya ditandai dengan eksplorasi dunia secara besar-besaran oleh bangsa
Eropa. Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda adalah pelopor-pelopor
eksplorasi ini. Hal ini didukung pula dengan terjadinya revolusi industri yang
meningkatkan keterkaitan antar bangsa dunia. berbagai teknologi mulai ditemukan
dan menjadi dasar perkembangan teknologi saat ini, seperti komputer dan
internet. Pada saat itu, berkembang pula kolonialisasi di dunia yang membawa
pengaruh besar terhadap difusi kebudayaan di dunia.
·
Semakin
berkembangnya industri dan kebutuhan akan bahan baku serta pasar juga
memunculkan berbagai perusahaan multinasional di dunia. Di Indinesia misalnya,
sejak politik pintu terbuka, perusahaan-perusahaan Eropa membuka berbagai
cabangnya di Indonesia. Freeport dan Exxon dari Amerika Serikat, Unilever dari
Belanda, British Petroleum dari Inggris adalah beberapa contohnya. Perusahaan
multinasional seperti ini tetap menjadi ikon globalisasi hingga saat ini.
·
Fase
selanjutnya terus berjalan dan mendapat momentumnya ketika perang dingin
berakhir dan komunisme di dunia runtuh. Runtuhnya komunisme seakan memberi
pembenaran bahwa kapitalisme adalah jalan terbaik dalam mewujudkan
kesejahteraan dunia. Implikasinya, negara negara di dunia mulai menyediakan
diri sebagai pasar yang bebas. Hal ini didukung pula dengan perkembangan
teknologi komunikasi dan transportasi. Alhasil, sekat-sekat antar negara pun
mulai kabur.
Globalisasi
kebudayaan
Sub-kebudayaan Punk,
adalah contoh sebuah kebudayaan yang berkembang secara global. Globalisasi memengaruhi hampir semua aspek
yang ada di masyarakat,
termasuk diantaranya aspek budaya.
Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values)
yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga
masyarakat terhadap berbagai hal. Baik nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan
aspek-aspek kejiwaan/psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran.
Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa
tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran
orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan
seseorang adalah kesenian,
yang merupakan subsistem dari kebudayaan.
Globalisasi sebagai sebuah gejala tersebarnya
nilai-nilai
dan budaya
tertentu keseluruh dunia (sehingga menjadi budaya dunia atau world culture)
telah terlihat semenjak lama. Cikal bakal dari persebaran budaya dunia ini
dapat ditelusuri dari perjalanan para penjelajah Eropa Barat ke berbagai tempat di
dunia ini ( Lucian W. Pye, 1966 ).
Namun, perkembangan globalisasi kebudayaan
secara intensif terjadi pada awal ke-20 dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak melalui media
menggantikan kontak fisik sebagai sarana utama komunikasi antar bangsa.
Perubahan tersebut menjadikan komunikasi antar bangsa lebih mudah dilakukan,
hal ini menyebabkan semakin cepatnya perkembangan globalisasi kebudayaan.
Dampak globalisasi
Dampak
positif globalisasi antara lain:
- Mudah
memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
- Mudah
melakukan komunikasi
- Cepat
dalam bepergian (mobilitas tinggi)
- Menumbuhkan
sikap kosmopolitan dan toleran
- Memacu
untuk meningkatkan kualitas diri
- Mudah
memenuhi kebutuhan
- Dampak
negatif globalisasi antara lain:
- Informasi
yang tidak tersaring
- Perilaku
konsumtif
- Membuat
sikap menutup diri, berpikir sempit
- Pemborosan
pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk
- Mudah
terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau kebudayaan
suatu negara
Pada pertengahan abad ke-20, manusia telah mencapai
kecukupan teknologi untuk kali pertama meninggalkan atmosfer Bumi dan menjelajahi ruang angkasa.
Teknologi adalah keseluruhan
sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan
kenyamanan hidup manusia.
Penggunaan
teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi
alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan,
sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia
dalam beperjalanan dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi
terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas
dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai, pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung
sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.
Teknologi
telah memengaruhi masyarakat dan
sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah
membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini). Banyak proses teknologi menghasilkan produk
sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam, merugikan dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat dan teknologi baru seringkali
mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan
tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang
pada awalnynya hanya menyangku permesinan, contoh lainnya adalah tantangan
norma-norma tradisional. Bahwa
keadaan ini membahayakan lingkungan dan mengucilkan manusia, penyokong paham-paham seperti transhumanisme dan tekno-progresivisme memandang proses teknologi yang berkelanjutan sebagai
hal yang menguntungkan bagi masyarakat dan kondisi manusia. Tentu saja, paling
sedikit hingga saat ini, diyakini bahwa pengembangan teknologi hanya terbatas
bagi umat manusia, tetapi kajian-kajian ilmiah terbaru mengisyaratkan bahwa primata lainnya dan komunitas lumba-lumba tertentu telah mengembangkan alat-alat sederhana dan
belajar untuk mewariskan pengetahuan mereka kepada keturunan mereka.
Secara umum, teknologi dapat didefinisikan sebagai entitas, benda maupun tak
benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan dan pemikiran untuk
mencapai suatu nilai. Dalam penggunaan ini, teknologi merujuk pada alat dan
mesin yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata.
Ia adalah istilah yang mencakupi banyak hal, dapat juga meliputi alat-alat
sederhana, seperti linggis
atau sendok
kayu, atau mesin-mesin yang rumit, seperti stasiun
luar angkasa atau pemercepat
partikel. Alat dan mesin tidak mesti berwujud benda; teknologi
virtual, seperti perangkat
lunak dan metode bisnis,
juga termasuk ke dalam definisi teknologi ini.
Kata "teknologi" juga digunakan
untuk merujuk sekumpulan teknik-teknik. Dalam konteks ini, ia adalah keadaan
pengetahuan manusia saat ini tentang bagaimana cara untuk memadukan
sumber-sumber, guna menghasilkan produk-produk yang dikehendaki, menyelesaikan
masalah, memenuhi kebutuhan, atau memuaskan keinginan, ia meliputi metode
teknis, keterampilan, proses, teknik, perangkat, dan bahan mentah. Teknologi
dapat dipandang sebagai kegiatan yang membentuk atau mengubah kebudayaan.
Selain itu, teknologi adalah terapan matematika, sains, dan berbagai seni untuk
faedah kehidupan seperti yang dikenal saat ini. Sebuah contoh modern adalah
bangkitnya teknologi komunikasi,
yang memperkecil hambatan bagi interaksi sesama manusia, dan sebagai hasilnya,
telah membantu melahirkan sub-sub kebudayaan baru, bangkitnya budaya dunia maya
yang berbasis pada perkembangan Internet
dan komputer.
Tidak semua teknologi memperbaiki budaya dalam cara yang kreatif, teknologi
dapat juga membantu mempermudah penindasan politik dan peperangan melalui
alat seperti pistol
atau bedil.
Sebagai suatu kegiatan budaya, teknologi memangsa ilmu dan rekayasa,
yang masing-masing memformalkan beberapa aspek kerja keras teknologis.
Tahukah
kita selain membawa manfaat yang besar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
juga mempunyai pengaruh buruk yang besar pula pada perkembangan generasi anak
bangsa.
Saat ini perangkat yang paling mempengaruhi anak pelajar Indonesia saat ini
antara lain :
- Komputer
- Handphone
- I-Pad
- MP4
player
- Game
Console
- Media
tontonan seperti Televisi dan Film
Namun
kali ini kita akan membahas salah satu diantaranya yaitu pengaruh buruk
Teknologi Komputer. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat
ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila
anak-anak dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa
jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif bila
digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik
anak.
Pengaruh buruk dari Games Komputer.
Salah satu contoh pengaruh buruknya adalah dari kemungkinan anak, kemungkinan
besar tanpa sepengetahuan orangtua, anak ‘mengkonsumsi’ games yang menonjolkan
unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas. Banyak pakar pendidikan
mensinyalir bahwa games beraroma kekerasan dan agresi ini adalah pemicu
munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak.
Pengaruh buruk lewat internet.
Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi
pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya
informasi buruk yang membanjiri internet. Melalui internetlah berbagai materi
bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa
penghalang. Sebuah studi yang menunjukkan bahwa satu dari 12 anak di Canada
sering menerima pesan yang berisi muatan seks, tawaran seks, saat tengah
berselancar di internet.
Teknologi
Informasi atau yang dikenal dalam bahasa inggris Information Technology, yang
sering disingkat (IT) merupakan semua bentuk teknologi yang membantu manusia
membuat, mengubah,menyimpan,mengomunikasikan dan menyebarkan informasi.
Teknologi Informasi menyatukan komputerisasi dan komunikasi berkecepatan tinggi
untuk data, suara dan vidio. Teknologi Informasi bukan hanya dari komputer
pribadi, tapi TV, Peralatan Rumah Tangga Elektronic, Peralatan Genggam modern
seperti Ponsel.
Sekarang memang jaman citizen journalism dan social media, Tapi masih banyak
orang yang meragukan kalau orang biasa bisa membuat berita yang menyaingi media
" Konvensional ". Memang kalau dilihat dari Blog, Facebook, Twitter
masih dipengaruhi trend berita media " Konvensional ". Di koran atau
di TV ada berita apa? Langsung ramai di Internet. Semua seperti berkutat dalam
lingkup yang sama, Tapi dalam pandangan saya itu semua adalah hasil
pengembangan teknologi informasi yang semakin memanjakan penggunanya atas
berita berita yang Uptudate. Dari pada kita beradu Argumen tentang Teknologi
Informasi dan komunikasi, Lebih baik kita berbagi Tip atau cara untuk
mensiasati Dampak Negatif dari pada Teknologi Informasi itu sendiri.
Dampak
Negatif diantaranya :
1.
Perjudian online
Dengan
jaringan yang tersedia, para pelaku judi tidak perlu pergi ke tempat kusus
untuk melakukannya, Hal ini sangat sulit untuk di tangani di negeri ini,
mungkin karena sifat yang Global atau mendunia dan ada faktor lain yaitu
sebagian besar negara barat meLegalkan perjudian.
2.
Pornografi
Anggapan
bahwa internet identik dengan pornografi juga tidak salah, Di enternet gambar
gambar porno dan kekerasan mudah tersebar dan bisa mempengaruhi kawula muda di
negeri ini untuk meniru dan bertindak kekerasan.
3.
Carding
Pembajakan
Kartu Kredit yang dilakukan penjahat, Ketika Pemgguna malakukan Transaksi
online, Untuk transaksi online yang menggunakn Kartu kredit lebih baik kita
berhati dalam menggunakn sistem pembayaran, Kita harus berhati hati dalam
bertransaksi ! jika jarak antara penjual dan pembeli dekat lebih baik dilakukan
dengan cara COD ( cash of delivery ) Jika terpaksa melakukan transaksi dengan
cara Online pilihlah sistem pembayaran dengan sistem yang aman seperti Pay pal
karena jika kita melakukan transaksi online dengan kartu Kredit lewat Pay pal,
Pihak bank penerbit kartu Kredit akan melakukan konfirmasi kepada kita.
4.Penipuan
Penipuan
dalam Internet memang semakin Meraja Rela, Hal ini sering terjadi dalam
transaksi online, biasanya orang bertransaksi uang sudah di tranfer tapi barang
tidak di Kirim, Maka jika kita melakukan transaksi pilihlah Web atau User yang
memiliki Trac Rekot yang baik, Jika kita ragu lebih baik kita lakukan transaksi
dengan cara COD atau kita gunakan jasa Rakber ( Rekening Bersama ).
Dari
sekian dampak yang Tertera diatas ada beberapa yang tidak bisa kita siasati
baik secara sistem atau penerapan di lapangan, Diantaranya Pornografi dan
Perjudian Online, dan yang bisa menjadi Filter tidak lain adalah diri kita
sendiri. Kebetulan saya mempostingkan artikel ini dalam suasana Bulan Ramadhan,
saya menghimbau pada semua pengguna jaringan Internet agar keimanan dan
ketagwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa kita jadikan Filter dari dampak negatif
Teknologi Informasi.
Seringkali kita menggunakan teknologi
seperti komputer, smartphone, tablet PC, atau konsol untuk bermain game. Game
adalah sarana refreshing alternatif untuk orang yang bekerja di depan komputer
atau hanya untuk sekedar menghabiskan waktu. Tapi terkadang, kita bermain game
yang salah dan malah membawa dampak buruk bagi kita seperti game yang berisi pembunuhan,
pemerkosaan, kebut-kebutan, pencurian, dan lain sebagainya. Itulah yang lama-kelamaan
mengikis budaya kita yang telah diwariskan turun-temurun.
Solusinya? Para programer game
khususnya di Indonesia sebaiknya menciptakan game yang mengandung budaya
Indonesia seperti game action yang menggunakan pencak silat. Tapi, gamenya
harus berkualitas tinggi dan sama menariknya seperti game Mortal Kombat atau yang
lainnya. Itu bisa meningkatkan semangat pencak silat Indonesia dan akan
mengangkat derajat pencak silat di dunia.
Inilah dampak positif teknologi,
kita bisa membuat suatu hal yang berbau budaya Indonesia untuk menggantikan hal
yang negatif yang terdapat di teknologi. Jika kita menggunakan
teknologi dengan maksimal, maka negeri kita akan semakin maju. Jika
kita menggunakan teknologi dengan baik dan benar, maka bangsa kita akan semakin
berbudaya dan semakin dikenal dunia. Maka dari itu, mari kita gunakan teknologi
dengan maksimal juga baik dan benar. Dukunglah Indonesia menuju kemajuan dalam
segala bidang dan pertahankan budaya kita.